Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014
Gambar
SELAMAT BERGABUNG DI TERAPI BELAJAR MUKSWA INDONESIA Terima kasih kepada Bapak dan Ibu selaku orang tua / wali yang telah mengikut sertakan putra dan putrinya dalam prosesi Terapi Belajar Mukswa Indonesia. Kami selaku tim Terapi Belajar merasa bangga dan sangat bersemangat untuk ikut serta dalam rangka peningkatan kualitas otak anak– anak Indonesia ini. Menanggapi banyak pertanyaan dari masyarakat tentang apa itu program Terapi Belajar, maka kami selaku tim terapi selalu berusaha untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan tersebut secara lisan kepada bapak, ibu, kakak, adik, guru, orang – orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, psikologi maupun medis. Seiring dengan berjalannya waktu, 6 tahun kami turut serta mewarnai peningkatan kualitas otak anak Indonesia, semakin banyak pula pertanyaan yang perlu kami jawab. Sementara itu mulut kami tetaplah satu dan telinga kami tetap dua. Seandainya saja kami bisa memperbanyak jumlah telinga kami untuk mendengar banyak permasalahan pa...
Secara sederhana, terapi belajar adalah program yang dimiliki oleh mukswa untuk mengatasi berbagai persoalan yang dimiliki oleh anak – anak khususnya dalam masalah akademis (pelajaran di sekolah). Dengan perbaikan dari dalam melalui metode terapi ini, maka anak – anak akan mampu berbuat lebih banyak bagi kepentingan belajarnya di sekolah. Sejauh yang kita kenal, berbagai metode perbaikan kualitas otak bersifat pembiasaan belajar dan pelatihan perilaku saja tanpa menyentuh bagian yang justru paling vital dalam perbaikan kualitas belajar, yaitu perbaikan kualitas otak. Apa yang dikerjakan oleh Terapi Belajar? 1.       Memperbaiki konsentrasi, perilaku sosial dan perilaku belajar. 2.       Meningkatkan kualitas dan kapasitas daya ingat. 3.       Meningkatkan kemampuan anak – anak dalam menganalisa sesuatu. 4.       Meningkatkan kualitas daya tangkap atau biasa disebut dengan sys...

Terapi Belajar - Intro

Memasuki dunia anak  tidaklah cukup apabila kita hanya mengenal anak – anak tersebut secara fisik saja. Akan tetapi mengerti dan memahami mereka secara psikis (kejiwaan) juga sangat diperlukan. Hal ini karena masa kanak – kanak merupakan bagian dari masa bertumbuhnya keingintahuan dan pengalaman hidup. Keingintahuan dan pengalaman hidup tersebut perlu untuk diapresiasi (dihargai), ditumbuhkan, dikembangkan, diarahkan dan dikendalikan. Dalam aktivitas melakukan apresiasi dan mengendalikan keingintahuan, dua hal ini telah banyak dilakukan oleh orang tua maupun guru – guru di sekolah. Orangtua telah berusaha dengan memfasilitasi putra dan putrid mereka agar mampu menjadi lebih cerdas, kreatif dan berakhlak mulia. Contohnya, orangtua akan memberikan sajadah yang berbahan lembut dan memiliki motif yang menarik agar putra dan putrinya bisa rajin sholat. Orang tua juga akan membelikan tas dan peralatan sekolah yang sesuai dengan keinginan anak dengan harapan anak – anaknya selalu berse...